MAKALAH MORFOLOGI TUMBUHAN
( MORFOLOGI BUNGA )
KELOMPOK 4
SAIFULLAH AZMAN (60300114033)
RISMAWATI(60300114002)
NIRWANA
FITRIA RAMADHANA
HASNIYARTI (
60300114004 )
JURUSAN
BIOLOGI
FAKULTAS
SAINS DAN TEKNOLOGI
UIN
ALAUDDIN MAKASSAR
TAHUN
AJARAN 2015/2016
KATA PENGANTAR
Bismillahirrrahmanirrahiim…
Assalamualaikum wr.wb…
Segala
puji bagi Allah Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana yang telah memberi
petunjuk agama yang lurus kepada hamba-Nya dan hanya kepada-Nya kita semua kembali.
Shalawat serta salam semoga tercurahkan kepada Nabi besar kita Muhammad SAW.
Yang menjadi suri tauladan bagi kita semua. Penulis sangat bersyukur atas anugrah yang Allah berikan kepada kami
sehingga kami bisa menyelesaikan makalah ini dengan baik mata kuliah Morfologi
tumbuhan ini.
Makalah ini membahas tentang Morfologi bunga.
Di dalam makalah ini juga membahas tentang hal-hal yang terkait tentang struktur
bunga sampai pada sifat bunga kami merangkum dengan bahasa yang sederhana
sehingga tidak menyulitkan bagi pembaca dalam memahaminya.
.
Kami juga berharap kritik dan saran yang bersifat membangun dari pembaca agar
makalah kami kedepanya bisa menghampiri kesempurnaan.
Samata,
5 Mei 2015
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR………………………………………………………………..1
DAFTAR ISI………………………………………………………………………….2
BAB I PENDAHULUAN………………………………………………………….....3
A. LATAR BELAKANG …………………………………………………………...3
B. RUMUSAN MASALAH………………………………………………………....3
C. TUJUAN PENULISAN…………………………………………………………..3
BAB II PEMBAHASAN……………………………………………………………..4
A. PENGERTIAN BUNGA…………………………………………………………4
1. STRUKTUR BUNGA……………………………………………………………4
2. FUNGSI BUNGA………………………………………………………………...6
A. PENGERTIAN BUNGA…………………………………………………………4
1. STRUKTUR BUNGA……………………………………………………………4
2. FUNGSI BUNGA………………………………………………………………...6
3. TATA LETAK
BUNGA………………………………………………………….7
4. TIPE
BUNGA…………………………………………………………………….7
5. SIFAT BUNGA…………………………………………………………………...9
BAB III PENUTUP………………………………………………………………...10
A. KESIMPULAN………………………………………………………………….10
A. KESIMPULAN………………………………………………………………….10
B. SARAN…………………………………………………………………………..10
DAFTAR
PUSTAKA……………………………………………………………….11
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Ilmu
tumbuhan pada waktu sekarang telah mengalami kemajuan yang demikian pesat,
hingga bidang-bidang pengetahuan yang semula hanya merupakan cabang-cabang
ilmu. Tumbuhan saja, sekarang ini telah menjadi ilmu yang berdiri
sendiri-sendiri. Dari berbagai cabang ilmu tumbuhan yang sekarang telah berdiri
sendiri adalah Morfologi Tumbuhan. Morfologi Tumbuhan yang mempelajari bentuk
dan susunan tubuh tumbuhanpun sudah demikian besar perkembangannya hingga
dipisahkan menjadi morfologi luar dan morfologi saja (morphology in sensu
stricto = dalam arti yang sempit) dan morfologi dalam atau anatomi tumbuhan.
Bunga (flos) merupakan salah satu organ tubuh tumbuhan yang berfungsi sebagai
alat perkembangbiakan secara generatif yang memiliki bentuk dan susunan yang
berbeda-beda menurut jenisnya, tetapi bagi tumbuhan yang berbiji,alat tersebut
lazimnya merupakan bagian tumbuhan yang kita kenal sebagai bunga.Jika kita
memperhatikan suatu bunga,mudahlah diketahui bahwa bunga adalah penjelmaan
suatu tunas (batang dan daun-daun) yang bentuk, warna dan susunannya
disesuaikan dengan kepentingan tumbuhan, sehingga pada bunga ini dapat berlangsung
penyerbukan dan pembuahan,dan akhirnya dapat dihasilkan alat-alat
perkembangbiakan.Mengingat pentingnya bunga pada tumbuhan, pada bunga terdapat
sifat-sifat yang merupakan penyesuaian untuk melaksanakan tugasnya sebagai
penghasil alat perkembangbiakan yang sebaiknya. Umumnya dari suatu bunga
sifat-sifat yang amat menarik ialah bentuk bunga seluruhnya dan bentuk
bagian-bagiannya,warnanya,baunya,ada dan tidaknya madu ataupun zat lain.
B.
Rumusan
Masalah
1. Apa
yang dimaksud dengan Struktur,fungsi dan letak bunga..?
2. Apa
yang dimaksud deengan Tipe,dan sifat bunga..?
C.
Tujuan
Penulisan
1. Untuk
mengetahui Struktur,fungsi dan letak bunga
2. Untuk
mengetahui tentang Tipe,dan sifat bunga
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian bunga
Bunga adalah batang
dan daun
yang termodifikasi bunga merupakan struktur pokok tumbuhan,sebagai alat
perkembangbiakan tumbuhan.
Modifikasi ini disebabkan oleh dihasilkannya sejumlah enzim yang
dirangsang oleh sejumlah fitohormon tertentu.Pembentukan bunga dengan
ketat dikendalikan secara genetik dan pada banyak jenis diinduksi
oleh perubahan lingkungan tertentu,seperti suhu rendah,lama
pencahayaan,dan ketersediaan air
1.
Struktur Bunga
Bunga terdiri dari bagian steril dan
fertil. Bagian steril terdiri dari ibu tangkai bunga (pedunculus),
tangkai bunga (pedicellus), dasar bunga (receptacle), daun pelindung
(brachtea), daun tangkai (brachteola), dan perhiasan bunga. Perhiasan bunga
terdiri dari daun kelopak (sepal) dan daun mahkota (petal).
Gambar 1. Struktur
morfologi bunga
Bagian
bunga fertil terdiri dari mikrosporofil sebagai
benang sari dan makrosporofil sebagai putik (pistillum) dengan daun buah
sebagai penyusunnya. Cobalah cermati penjelasan berikut ini agar Anda lebih
mengetahui bagian bagian bunga.
1)
Tangkai induk atau ibu tangkai bunga (rachis, pedunculus, pedunculus communis)
merupakan aksis perbungaan sebagai
lanjutan dari batang atau cabang.
2)
Tangkai bunga (pedicellus) merupakan cabang terakhir yang mendukung bunga.
3)
Dasar bunga (receptacle) merupakan ujung tangkai bunga sebagai tempat
bertumpunya bagian-bagian bunga yang lain (batang).
4)
Daun pelindung (brachtea) merupakan daun terakhir yang di ketiaknya tumbuh
bunga.
5) Daun tangkai (brachteola) merupakan daun pelindung yang letaknya di pangkal tangkai bunga.
5) Daun tangkai (brachteola) merupakan daun pelindung yang letaknya di pangkal tangkai bunga.
6)
Daun kelopak (sepal) merupakan daun perhiasan bunga yang paling pangkal,
umumnya berwarna hijau dan berkelompok membentuk kelopak bunga (calyx).
7)
Daun mahkota atau daun tajuk (petal) merupakan daun perhiasan bunga yang
berwarna-warni. Daun mahkota ini berkelompok membentuk mahkota bunga (corolla).
8)
Benang sari (stamen) adalah daun fertil yang terdiri dari kepala sari
(anthera), berisi serbuk sari (polen), tangkai sari (filamen), dan pendukung
kepala sari.
9)
Daun buah (carpell) adalah daun fertil pendukung makrospora berupa bakal biji
(ovalum) yang secara kolektif membentuk putik (pistill).
•Alat kelamin betina (gynaecium),
berupa putik (pistilum)
•Alat kalamin jantan (androecium), berupa benang sari (stamen)
Dilihat dari bagian-bagian yang menyusun suatu bunga, dapat kita bedakan ada bunga lengkap dan ada bunga sempurna.
Bunga Lengkap : Bunga ini terdiri dari kelopak (calyx), mahkota(corolla), benang sari (androecium) dan putik (gynaecium).
Bunga tak Lengkap : Bunga ini tidak memiliki salah satu bagian bunga seperti bunga lengkap, misalnya tidak memiliki kelopak.
Bunga Sempurna : Hanya terbatas bahwa bunga ini memiliki benang sari(androecium) dan putik (gynaecium).
Bunga tak Sempurna : Bunga ini tidak memiliki benang sari (androecium) atau tidak memiliki putik (gynaecium).
Kelamin pada Bunga
Bunga banci (hermaprodithus), dimana pada satu bunga terdapat benang sari dan putik, dapat pula disebut bunga sempurna.
Bunga Berkelamin Tunggal (unisexualis), terbagi menjadi 3 macam yaitu,
1. Bunga yang terdiri dari benang sari saja, yang disebut bunga jantan (flos masculus)
2. Bunga yang terdiri dari putik saja yang disebut bunga betina (flos femineus)
3. Dan bunga yang tidak memiliki kelamin, atau bunga mandul.
Dasar Bunga (receptaculum)
Fungsi utama dasar bunga adalah mendukung bagian-bagian bunga
Bentuk dari dasar bunga bermacam-macam ada yang rata, kerucut, cawan, dan mangkuk.
Menurut fungsi itu, dapat dibedakan beberapa macam dasar bunga, yaitu
- Dasar bunga yang mendukung mahkota bunga (anthophorum)
- Dasar bunga yang mendukung benang sari (androphorum)
- Dasar bunga yang mendukung putik (gynophorum)
- Dasar bunga yang mendukung benang sari dan putik (androgynophorum)
- Cakram (discus)
Kelopak Bunga (calyx)
•Fungsinya adalah sebagai pelindung bunga waktu masih kuncup.
•Mahkota Bunga / Tajuk Bunga (corolla)
•Berfungsi sebagai daya tarik untuk mendatangkan hewan agar membentu proses penyerbukan. Selain itu juga melindungi benang sari dan putik.
•Alat kalamin jantan (androecium), berupa benang sari (stamen)
Dilihat dari bagian-bagian yang menyusun suatu bunga, dapat kita bedakan ada bunga lengkap dan ada bunga sempurna.
Bunga Lengkap : Bunga ini terdiri dari kelopak (calyx), mahkota(corolla), benang sari (androecium) dan putik (gynaecium).
Bunga tak Lengkap : Bunga ini tidak memiliki salah satu bagian bunga seperti bunga lengkap, misalnya tidak memiliki kelopak.
Bunga Sempurna : Hanya terbatas bahwa bunga ini memiliki benang sari(androecium) dan putik (gynaecium).
Bunga tak Sempurna : Bunga ini tidak memiliki benang sari (androecium) atau tidak memiliki putik (gynaecium).
Kelamin pada Bunga
Bunga banci (hermaprodithus), dimana pada satu bunga terdapat benang sari dan putik, dapat pula disebut bunga sempurna.
Bunga Berkelamin Tunggal (unisexualis), terbagi menjadi 3 macam yaitu,
1. Bunga yang terdiri dari benang sari saja, yang disebut bunga jantan (flos masculus)
2. Bunga yang terdiri dari putik saja yang disebut bunga betina (flos femineus)
3. Dan bunga yang tidak memiliki kelamin, atau bunga mandul.
Dasar Bunga (receptaculum)
Fungsi utama dasar bunga adalah mendukung bagian-bagian bunga
Bentuk dari dasar bunga bermacam-macam ada yang rata, kerucut, cawan, dan mangkuk.
Menurut fungsi itu, dapat dibedakan beberapa macam dasar bunga, yaitu
- Dasar bunga yang mendukung mahkota bunga (anthophorum)
- Dasar bunga yang mendukung benang sari (androphorum)
- Dasar bunga yang mendukung putik (gynophorum)
- Dasar bunga yang mendukung benang sari dan putik (androgynophorum)
- Cakram (discus)
Kelopak Bunga (calyx)
•Fungsinya adalah sebagai pelindung bunga waktu masih kuncup.
•Mahkota Bunga / Tajuk Bunga (corolla)
•Berfungsi sebagai daya tarik untuk mendatangkan hewan agar membentu proses penyerbukan. Selain itu juga melindungi benang sari dan putik.
2.
Fungsi Bunga
Fungsi
biologi bunga adalah sebagai wadah menyatunya gamet
jantan (mikrospora) dan betina
(makrospora) untuk menghasilkan biji. Proses dimulai dengan penyerbukan, yang
diikuti dengan pembuahan, dan berlanjut dengan pembentukan biji bukan Cuma itu
saja Fungsi bunga yang utama adalah sebagai alat perkembangbiakan generatif.
Perkembangbiakan generatif merupakan perkembangbiakan yang didahului pembuahan.
Pada tumbuhan berbunga, pembuahan yang terjadi
didahului dengan penyerbukan. Penyerbukan adalah peristiwa jatuhnya kepala serbuk sari ke kepala putik. Bagian bunga yang paling menarik adalah mahkota. Mahkota yang indah dan berbau menyengat menarik perhatian serangga, seperti kupukupu, kumbang, dan lebah. Akibatnya, tanpa disadari proses penyerbukan terjadi. Sedangkan bagi manusia, bunga dapat dimanfaatkan sebagai hiasan, perlengkapan upacara adat, dan bahan rempah-rempah.
Bunga adalah bagian yang menarik dari
tanaman yang memiliki beberapa fungsi. Tanaman yang memiliki bunga warna-warni
biasanya bertujuan untuk menarik serangga atau makhluk hidup lain demi
berlangsungnya proses perkembangbiakan pada bunga tersebut. Ada jenis bunga
yang memiliki wangi khas yang harum dan ada juga yang memiliki bentuk sangat
indah. Namun ada sejenis bunga yang beracun, bahkan ada bunga dengan bau yang
menyengat seperti bangkai. Dari berbagai jenis bunga tersebut, secara umum ada
beberapa fungsi bunga pada tumbuhan
yaitu:
1.
Secara biologi, fungsi bunga
adalah sebagai media berkembangbiak atau pembuahan, dimana gamet jantan
(mikrospora) dan betina (makrospora) akan menyatu untuk menghasilkan
biji.
2.
Dilihat dari segi tampilan,
beberapa jenis bunga mempunyai warna cerah dan menarik, hal ini akan menarik
hewan dan selanjutnya dapat membantu proses penyerbukan.
3.
Ada sejenis bunga yang memiliki
madu sehingga menarik lebah dan juga akan membantu proses penyerbukan pada
bunga.
4.
Bunga dijadikan tanaman hias oleh
manusia, karena memang sejak dari dahulu manusia sudah menyukai beberapa jenis
bunga hias yang memiliki tampilan menarik..
didahului dengan penyerbukan. Penyerbukan adalah peristiwa jatuhnya kepala serbuk sari ke kepala putik. Bagian bunga yang paling menarik adalah mahkota. Mahkota yang indah dan berbau menyengat menarik perhatian serangga, seperti kupukupu, kumbang, dan lebah. Akibatnya, tanpa disadari proses penyerbukan terjadi. Sedangkan bagi manusia, bunga dapat dimanfaatkan sebagai hiasan, perlengkapan upacara adat, dan bahan rempah-rempah.
3.
Tata letak Bunga
Berdasarkan
letaknya, bunga dibedakan menjadi bunga di ujung batang (flos
terminalis) bunga terletak di ketiak daun (flos axillaris).
Bunga
pada ujung batan misalnya pada bunga tapak dara ( Catharanthus roseus ),Kumis kucing ( Ortoshiphon sp.),Soka ( Ixora
Javanica ),Kembang merak ( Caesalpinia
pulcherrima ).sedangkan bunga di ketiak daun misalnya pada bunga kenanga ( Cananga odarata ),rosella ( Hibiscus sabdariffa ).
4.
Tipe Bunga
Berdasarkan
pembagian ada 3 Tipe pada bunga yaitu:
1.Tipe
seks pada bunga
Androecium : seluruh alat kelamin jantan yang terdapat pada bunga, yaitu:
* benang sari (stamen)
* Tepung sari (pollen) : mengandung inti sperma
Gynaecium : seluruh alat kelamin betina yang terdapat pada bunga, yaitu:
* bakal buah (ovarium)
* bakal biji (ovulum) : mengandung sel telur (ovum)
Berdasarkan keberadaan alat kelamin, bunga dibedakan menjadi :
* bunga jantan (masculus : } ) : hanya punya androecium
* bunga betina (femineus : |) : hanya memiliki gynaecium
* hermaphroditus (|} ) : memiliki keduanya
2. Tipe simetri
Androecium : seluruh alat kelamin jantan yang terdapat pada bunga, yaitu:
* benang sari (stamen)
* Tepung sari (pollen) : mengandung inti sperma
Gynaecium : seluruh alat kelamin betina yang terdapat pada bunga, yaitu:
* bakal buah (ovarium)
* bakal biji (ovulum) : mengandung sel telur (ovum)
Berdasarkan keberadaan alat kelamin, bunga dibedakan menjadi :
* bunga jantan (masculus : } ) : hanya punya androecium
* bunga betina (femineus : |) : hanya memiliki gynaecium
* hermaphroditus (|} ) : memiliki keduanya
2. Tipe simetri
Bidang
simetri : bid. vertikal yang membagi bentuk bunga menjadi 2 bagian yang sama
& sebangun.
1. Radial simetri (actinomorphus/regularis) : banyak bidang simetri
Misal : Lombok (Capsicum annuum L), tembakau (Nicotiana tabaccum L)
Tipe simetri (kiri) dan bentuk bunga (kanan) actinomorphus
2. Bilateral simetri (zygomorphus): hanya dapat dibagi oleh bidang simetri dalam satu jurusan
Misal : Anggrek (Orchidaceae), kacang-kacangan (Papilionaceae)
Tipe simetri (kiri) dan bentuk bunga (kanan) zygomorphus
3. Asimetri (asymmetrus) : tidak mempunyai bidang simetri sama sekali
Misal : Cannaceae dan Marantaceae
3. Tipe Perbungaan (inflorescentia)
Perbungaan (inflorescentia) : sekelompok bunga yang serupa dan tersusun menurut cara-cara tertentu pada sebuah pohon bunga
Berdasarkan atas urutan mekarnya bunga-bunga, perbungaan dibedakan menjadi :
1. Radial simetri (actinomorphus/regularis) : banyak bidang simetri
Misal : Lombok (Capsicum annuum L), tembakau (Nicotiana tabaccum L)
Tipe simetri (kiri) dan bentuk bunga (kanan) actinomorphus
2. Bilateral simetri (zygomorphus): hanya dapat dibagi oleh bidang simetri dalam satu jurusan
Misal : Anggrek (Orchidaceae), kacang-kacangan (Papilionaceae)
Tipe simetri (kiri) dan bentuk bunga (kanan) zygomorphus
3. Asimetri (asymmetrus) : tidak mempunyai bidang simetri sama sekali
Misal : Cannaceae dan Marantaceae
3. Tipe Perbungaan (inflorescentia)
Perbungaan (inflorescentia) : sekelompok bunga yang serupa dan tersusun menurut cara-cara tertentu pada sebuah pohon bunga
Berdasarkan atas urutan mekarnya bunga-bunga, perbungaan dibedakan menjadi :
1.
Perbungaan tak terbatas (Inflorescentia racemosa, centripetala)
* Tangkai utama (pedunculus) panjang dan ujungnya tidak berbunga
* Tangkai utama dalam pertumbuhan memanjang berturut-turut membentuk anak tangkai dari pangkal ke ujung
* Jumlah anak tangkai tidak terbatas
* Tangkai utama lebih panjang dari anak tangkai
* Bunga mekar dari bawah ke atas
* Tangkai utama (pedunculus) panjang dan ujungnya tidak berbunga
* Tangkai utama dalam pertumbuhan memanjang berturut-turut membentuk anak tangkai dari pangkal ke ujung
* Jumlah anak tangkai tidak terbatas
* Tangkai utama lebih panjang dari anak tangkai
* Bunga mekar dari bawah ke atas
2.
Perbungaan terbatas (Inflorescentia cymosa, centrifuga)
* Ujung tangkai utama (pedunculus) berbunga (tidak dapat tumbuh terus ke atas)
* Percabangan anak tangkai tidak berbeda dengan tangkai utama
* Jumlah anak tangkai terbatas
* Tangkai utama lebih pendek dari anak tangkai
* Bunga pada ujung tangkai utama mekar lebih dulu (Bunga mekar dari atas ke bawah)
Berdasarkan atas percabangan tangkai utama, perbungaan dibedakan menjadi :
* Ujung tangkai utama (pedunculus) berbunga (tidak dapat tumbuh terus ke atas)
* Percabangan anak tangkai tidak berbeda dengan tangkai utama
* Jumlah anak tangkai terbatas
* Tangkai utama lebih pendek dari anak tangkai
* Bunga pada ujung tangkai utama mekar lebih dulu (Bunga mekar dari atas ke bawah)
Berdasarkan atas percabangan tangkai utama, perbungaan dibedakan menjadi :
1.
Tangkai utama tidak bercabang dan bunga-bunga tidak bertangkai (duduk)
* Bulir (spica)
* Untai (amentum)
* Tongkol (spadix)
* Bongkol (capitulum)
2. Tangkai utama tidak bercabang dan bunga-bunganya bertangkai
* Tandan (racemus/botrys)
* Payung (umbella)
3. Tangkai utama bercabang berulang kali; masing-masing dengan dua cabang samping
* Malai (panicula)
* Payung majemuk (umbella composita)
* Lembing (anthela)
* Bulir (spica)
* Untai (amentum)
* Tongkol (spadix)
* Bongkol (capitulum)
2. Tangkai utama tidak bercabang dan bunga-bunganya bertangkai
* Tandan (racemus/botrys)
* Payung (umbella)
3. Tangkai utama bercabang berulang kali; masing-masing dengan dua cabang samping
* Malai (panicula)
* Payung majemuk (umbella composita)
* Lembing (anthela)
4.
Tangkai utama bercabang dan tiap cabang membentuk satu cabang samping; bunga-bunganya
bertangkai monochasium
* Sekrup (bostryx)
* Sinsinus (cincinnus)
* Sabit (drepanium)
* Kipas (rhipidium.
* Sekrup (bostryx)
* Sinsinus (cincinnus)
* Sabit (drepanium)
* Kipas (rhipidium.
5.
Sifat Bunga
Bunga
sangat penting bagi tumbuhan, karena pada bunga terdapat sifat-sifat yang
merupakan tanda pengenal tumbuhan yang paling utama . Selain itu, sifat-sifat
ini merupakan proses penyesuaian bunga agar dapat melaksanakan tugasnya sebagai
penghasil alat perkembangbiakkan .
Sifat-sifat bunga itu
diantaranya adalah
1. Bentuk bunga seluruhnya dan bentuk bagian-bagiannya
2. Warna
3. Bau
4. Ada atau tidaknya madu ataupun zat yang terkandung didalam bunga.
1. Bentuk bunga seluruhnya dan bentuk bagian-bagiannya
2. Warna
3. Bau
4. Ada atau tidaknya madu ataupun zat yang terkandung didalam bunga.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Bunga
adalah batang dan daun yang termodifikasi bunga merupakan struktur pokok
tumbuhan,sebagai alat perkembangbiakan tumbuhan.
Modifikasi ini disebabkan oleh dihasilkannya sejumlah enzim yang
dirangsang oleh sejumlah fitohormon tertentu.Pembentukan bunga dengan
ketat dikendalikan secara genetik dan pada banyak jenis diinduksi
oleh perubahan lingkungan tertentu,seperti suhu rendah,lama
pencahayaan,dan ketersediaan air
B. Saran
Dalam
pembelajan mata kuliah Morfologi tumbuhan, menurut kami tidak cukup hanya
dengan presentasi makalah dari mahasiswa tetapi perlu selang-seling antara
presentasi mahasiswa dan penjelasan dari dosen yang bersangkutan Karena mata
kuliah ini sangat penting sebagai bekal bagi mahasiswa untuk menghadapi persaingan pasar global yang
semakin ketat, sehingga paparan dari dosen sangat kami butuhkan dibandingkan
hanya dari teman-teman karena kebanyakan teman-teman hanya mengambil referensi
dari internet yang belum tentu ke-akuratannya.
Kami juga sangat membutuhkan kritik
dan saran yang bersifat membangun dari setiap pembaca untuk kesempurnaan
makalah kami kedepannya.
DAFTAR PUSTAKA
Sumber
referensi : Buku morfologi tumbuhan ( Dewi Rosanti )
Campbell,N.A.,
J.B. Reece, and L.G. Mitchell. 2002. Biologi. Erlangga. Jakarta
rieckanciit.blogspot.com/.../laporan-morfologi-tumbuhan-v-bunga.html, 22:03 WIB, 17 April
2012.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar