Senin, 11 Mei 2015



MAKALAH MORFOLOGI TUMBUHAN
( MORFOLOGI BUNGA )








KELOMPOK 4
SAIFULLAH AZMAN (60300114033)
RISMAWATI(60300114002)
NIRWANA
FITRIA RAMADHANA
HASNIYARTI ( 60300114004 )






JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UIN ALAUDDIN MAKASSAR
TAHUN AJARAN  2015/2016

KATA PENGANTAR
            Bismillahirrrahmanirrahiim…
            Assalamualaikum wr.wb…
            Segala puji bagi Allah Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana yang telah memberi petunjuk agama yang lurus kepada hamba-Nya dan hanya kepada-Nya kita semua kembali. Shalawat serta salam semoga tercurahkan kepada Nabi besar kita Muhammad SAW. Yang menjadi suri tauladan bagi kita semua. Penulis sangat bersyukur atas  anugrah yang Allah berikan kepada kami sehingga kami bisa menyelesaikan makalah ini dengan baik mata kuliah Morfologi tumbuhan ini.
 Makalah ini membahas tentang Morfologi bunga. Di dalam makalah ini juga membahas tentang hal-hal yang terkait tentang struktur bunga sampai pada sifat bunga kami merangkum dengan bahasa yang sederhana sehingga tidak menyulitkan bagi pembaca dalam memahaminya.
. Kami juga berharap kritik dan saran yang bersifat membangun dari pembaca agar makalah kami kedepanya bisa menghampiri kesempurnaan.




                                                                                    Samata, 5 Mei 2015


                                                                                               
                                                                                                                                                                                                                                                Penulis








DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR………………………………………………………………..1
DAFTAR ISI………………………………………………………………………….2
BAB I PENDAHULUAN………………………………………………………….....3

A. LATAR BELAKANG …………………………………………………………...3
B. RUMUSAN MASALAH………………………………………………………....3
C. TUJUAN PENULISAN…………………………………………………………..3
 BAB II PEMBAHASAN……………………………………………………………..4
 A. PENGERTIAN BUNGA…………………………………………………………4
 1. STRUKTUR BUNGA……………………………………………………………4
 2. FUNGSI BUNGA………………………………………………………………...6
 3. TATA LETAK BUNGA………………………………………………………….7
            4. TIPE BUNGA…………………………………………………………………….7
            5. SIFAT BUNGA…………………………………………………………………...9
            BAB III  PENUTUP………………………………………………………………...10
            A. KESIMPULAN………………………………………………………………….10
B. SARAN…………………………………………………………………………..10
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………….11






BAB I
PENDAHULUAN
A.                 Latar Belakang
Ilmu tumbuhan pada waktu sekarang telah mengalami kemajuan yang demikian pesat, hingga bidang-bidang pengetahuan yang semula hanya merupakan cabang-cabang ilmu. Tumbuhan saja, sekarang ini telah menjadi ilmu yang berdiri sendiri-sendiri. Dari berbagai cabang ilmu tumbuhan yang sekarang telah berdiri sendiri adalah Morfologi Tumbuhan. Morfologi Tumbuhan yang mempelajari bentuk dan susunan tubuh tumbuhanpun sudah demikian besar perkembangannya hingga dipisahkan menjadi morfologi luar dan morfologi saja (morphology in sensu stricto = dalam arti yang sempit) dan morfologi dalam atau anatomi tumbuhan.  Bunga (flos) merupakan salah satu organ tubuh tumbuhan yang berfungsi sebagai alat perkembangbiakan secara generatif yang memiliki bentuk dan susunan yang berbeda-beda menurut jenisnya, tetapi bagi tumbuhan yang berbiji,alat tersebut lazimnya merupakan bagian tumbuhan yang kita kenal sebagai bunga.Jika kita memperhatikan suatu bunga,mudahlah diketahui bahwa bunga adalah penjelmaan suatu tunas (batang dan daun-daun) yang bentuk, warna dan susunannya disesuaikan dengan kepentingan tumbuhan, sehingga pada bunga ini dapat berlangsung penyerbukan dan pembuahan,dan akhirnya dapat dihasilkan alat-alat perkembangbiakan.Mengingat pentingnya bunga pada tumbuhan, pada bunga terdapat sifat-sifat yang merupakan penyesuaian untuk melaksanakan tugasnya sebagai penghasil alat perkembangbiakan yang sebaiknya. Umumnya dari suatu bunga sifat-sifat yang amat menarik ialah bentuk bunga seluruhnya dan bentuk bagian-bagiannya,warnanya,baunya,ada dan tidaknya madu ataupun zat lain.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan Struktur,fungsi dan letak bunga..?
2.      Apa yang dimaksud deengan Tipe,dan sifat bunga..?

C.    Tujuan Penulisan
1.      Untuk mengetahui Struktur,fungsi dan letak bunga
2.      Untuk mengetahui tentang Tipe,dan sifat bunga
         BAB II
PEMBAHASAN

A.                 Pengertian bunga

Bunga adalah batang dan daun yang termodifikasi bunga merupakan struktur pokok tumbuhan,sebagai alat perkembangbiakan tumbuhan. Modifikasi ini disebabkan oleh dihasilkannya sejumlah enzim yang dirangsang oleh sejumlah fitohormon tertentu.Pembentukan bunga dengan ketat dikendalikan secara genetik dan pada banyak jenis diinduksi oleh perubahan lingkungan tertentu,seperti suhu rendah,lama pencahayaan,dan ketersediaan air

1.         Struktur Bunga

Bunga terdiri dari bagian steril dan fertil. Bagian steril terdiri dari ibu tangkai bunga (pedunculus), tangkai bunga (pedicellus), dasar bunga (receptacle), daun pelindung (brachtea), daun tangkai (brachteola), dan perhiasan bunga. Perhiasan bunga terdiri dari daun kelopak (sepal) dan daun mahkota (petal).










Gambar 1. Struktur morfologi bunga
Bagian bunga fertil terdiri dari mikrosporofil sebagai benang sari dan makrosporofil sebagai putik (pistillum) dengan daun buah sebagai penyusunnya. Cobalah cermati penjelasan berikut ini agar Anda lebih mengetahui bagian bagian bunga.
1) Tangkai induk atau ibu tangkai bunga (rachis, pedunculus, pedunculus communis) merupakan  aksis perbungaan sebagai lanjutan dari batang atau cabang.
2) Tangkai bunga (pedicellus) merupakan cabang terakhir yang mendukung bunga.
3) Dasar bunga (receptacle) merupakan ujung tangkai bunga sebagai tempat bertumpunya bagian-bagian bunga yang lain (batang).
4) Daun pelindung (brachtea) merupakan daun terakhir yang di ketiaknya tumbuh bunga.
5) Daun tangkai (brachteola) merupakan daun pelindung yang letaknya di pangkal tangkai bunga.
6) Daun kelopak (sepal) merupakan daun perhiasan bunga yang paling pangkal, umumnya berwarna hijau dan berkelompok membentuk kelopak bunga (calyx).
7) Daun mahkota atau daun tajuk (petal) merupakan daun perhiasan bunga yang berwarna-warni. Daun mahkota ini berkelompok membentuk mahkota bunga (corolla).
8) Benang sari (stamen) adalah daun fertil yang terdiri dari kepala sari (anthera), berisi serbuk sari (polen), tangkai sari (filamen), dan pendukung kepala sari.
9) Daun buah (carpell) adalah daun fertil pendukung makrospora berupa bakal biji (ovalum) yang secara kolektif membentuk putik (pistill).



•Alat kelamin betina (gynaecium), berupa putik (pistilum)
•Alat kalamin jantan (androecium), berupa benang sari (stamen)
Dilihat dari bagian-bagian yang menyusun suatu bunga, dapat kita bedakan ada bunga lengkap dan ada bunga sempurna.
Bunga Lengkap : Bunga ini terdiri dari kelopak (calyx), mahkota(corolla), benang sari (androecium) dan putik (gynaecium).
Bunga tak Lengkap : Bunga ini tidak memiliki salah satu bagian bunga seperti bunga lengkap, misalnya tidak memiliki kelopak.
Bunga Sempurna : Hanya terbatas bahwa bunga ini memiliki benang sari(androecium) dan putik (gynaecium).
Bunga tak Sempurna : Bunga ini tidak memiliki benang sari (androecium) atau tidak memiliki putik (gynaecium).
Kelamin pada Bunga
Bunga banci (hermaprodithus), dimana pada satu bunga terdapat benang sari dan putik, dapat pula disebut bunga sempurna.

Bunga Berkelamin Tunggal (unisexualis), terbagi menjadi 3 macam yaitu,
1. Bunga yang terdiri dari benang sari saja, yang disebut bunga jantan (flos masculus)
2. Bunga yang terdiri dari putik saja yang disebut bunga betina (flos femineus)
3. Dan bunga yang tidak memiliki kelamin, atau bunga mandul.

Dasar Bunga (receptaculum)
Fungsi utama dasar bunga adalah mendukung bagian-bagian bunga
Bentuk dari dasar bunga bermacam-macam ada yang rata, kerucut, cawan, dan mangkuk.
Menurut fungsi itu, dapat dibedakan beberapa macam dasar bunga, yaitu
- Dasar bunga yang mendukung mahkota bunga (anthophorum)
- Dasar bunga yang mendukung benang sari (androphorum)
- Dasar bunga yang mendukung putik (gynophorum)
- Dasar bunga yang mendukung benang sari dan putik (androgynophorum)
- Cakram (discus)

Kelopak Bunga (calyx)
•Fungsinya adalah sebagai pelindung bunga waktu masih kuncup.
•Mahkota Bunga / Tajuk Bunga (corolla)
•Berfungsi sebagai daya tarik untuk mendatangkan hewan agar membentu proses penyerbukan. Selain itu juga melindungi benang sari dan putik.

2.         Fungsi Bunga

Fungsi biologi bunga adalah sebagai wadah menyatunya gamet jantan (mikrospora) dan betina (makrospora) untuk menghasilkan biji. Proses dimulai dengan penyerbukan, yang diikuti dengan pembuahan, dan berlanjut dengan pembentukan biji bukan Cuma itu saja Fungsi bunga yang utama adalah sebagai alat perkembangbiakan generatif. Perkembangbiakan generatif merupakan perkembangbiakan yang didahului pembuahan.
 Pada tumbuhan berbunga, pembuahan yang terjadi
didahului dengan penyerbukan. Penyerbukan adalah peristiwa jatuhnya kepala serbuk sari ke kepala putik. Bagian bunga yang paling menarik adalah mahkota. Mahkota yang indah dan berbau menyengat menarik perhatian serangga, seperti kupukupu, kumbang, dan lebah. Akibatnya, tanpa disadari proses penyerbukan terjadi. Sedangkan bagi manusia, bunga dapat dimanfaatkan sebagai hiasan, perlengkapan upacara adat, dan bahan rempah-rempah.
Bunga adalah bagian yang menarik dari tanaman yang memiliki beberapa fungsi. Tanaman yang memiliki bunga warna-warni biasanya bertujuan untuk menarik serangga atau makhluk hidup lain demi berlangsungnya proses perkembangbiakan pada bunga tersebut. Ada jenis bunga yang memiliki wangi khas yang harum dan ada juga yang memiliki bentuk sangat indah. Namun ada sejenis bunga yang beracun, bahkan ada bunga dengan bau yang menyengat seperti bangkai. Dari berbagai jenis bunga tersebut, secara umum ada beberapa fungsi bunga pada tumbuhan yaitu:
1.      Secara biologi, fungsi bunga adalah sebagai media berkembangbiak atau pembuahan, dimana gamet jantan (mikrospora) dan betina (makrospora) akan menyatu untuk menghasilkan biji. 
2.      Dilihat dari segi tampilan, beberapa jenis bunga mempunyai warna cerah dan menarik, hal ini akan menarik hewan dan selanjutnya dapat membantu proses penyerbukan. 
3.      Ada sejenis bunga yang memiliki madu sehingga menarik lebah dan juga akan membantu proses penyerbukan pada bunga.
4.      Bunga dijadikan tanaman hias oleh manusia, karena memang sejak dari dahulu manusia sudah menyukai beberapa jenis bunga hias yang memiliki tampilan menarik..
3.         Tata letak Bunga

Berdasarkan letaknya, bunga dibedakan menjadi bunga di ujung batang  (flos terminalis) bunga terletak di ketiak daun (flos axillaris).

Bunga pada ujung batan misalnya pada bunga tapak dara ( Catharanthus roseus ),Kumis kucing ( Ortoshiphon sp.),Soka ( Ixora Javanica ),Kembang merak ( Caesalpinia pulcherrima ).sedangkan bunga di ketiak daun misalnya pada bunga kenanga ( Cananga odarata ),rosella ( Hibiscus sabdariffa ).


4.         Tipe Bunga

Berdasarkan pembagian ada 3 Tipe pada bunga yaitu:

1.Tipe seks pada bunga
Androecium : seluruh alat kelamin jantan yang terdapat pada bunga, yaitu:
* benang sari (stamen)
* Tepung sari (pollen) : mengandung inti sperma

Gynaecium : seluruh alat kelamin betina yang terdapat pada bunga, yaitu:
* bakal buah (ovarium)
* bakal biji (ovulum) : mengandung sel telur (ovum)

Berdasarkan keberadaan alat kelamin, bunga dibedakan menjadi :
* bunga jantan (masculus : } ) : hanya punya androecium
* bunga betina (femineus : |) : hanya memiliki gynaecium
* hermaphroditus (|} ) : memiliki keduanya

2. Tipe simetri
Bidang simetri : bid. vertikal yang membagi bentuk bunga menjadi 2 bagian yang sama & sebangun.
1. Radial simetri (actinomorphus/regularis) : banyak bidang simetri
Misal : Lombok (Capsicum annuum L), tembakau (Nicotiana tabaccum L)
Tipe simetri (kiri) dan bentuk bunga (kanan) actinomorphus
2. Bilateral simetri (zygomorphus): hanya dapat dibagi oleh bidang simetri dalam satu jurusan
Misal : Anggrek (Orchidaceae), kacang-kacangan (Papilionaceae)
Tipe simetri (kiri) dan bentuk bunga (kanan) zygomorphus
3. Asimetri (asymmetrus) : tidak mempunyai bidang simetri sama sekali
Misal : Cannaceae dan Marantaceae

3. Tipe Perbungaan (inflorescentia)
Perbungaan (inflorescentia) : sekelompok bunga yang serupa dan tersusun menurut cara-cara tertentu pada sebuah pohon bunga
Berdasarkan atas urutan mekarnya bunga-bunga, perbungaan dibedakan menjadi :

1. Perbungaan tak terbatas (Inflorescentia racemosa, centripetala)
* Tangkai utama (pedunculus) panjang dan ujungnya tidak berbunga
* Tangkai utama dalam pertumbuhan memanjang berturut-turut membentuk anak tangkai dari pangkal ke ujung
* Jumlah anak tangkai tidak terbatas
* Tangkai utama lebih panjang dari anak tangkai
* Bunga mekar dari bawah ke atas


2. Perbungaan terbatas (Inflorescentia cymosa, centrifuga)
* Ujung tangkai utama (pedunculus) berbunga (tidak dapat tumbuh terus ke atas)
* Percabangan anak tangkai tidak berbeda dengan tangkai utama
* Jumlah anak tangkai terbatas
* Tangkai utama lebih pendek dari anak tangkai
* Bunga pada ujung tangkai utama mekar lebih dulu (Bunga mekar dari atas ke bawah)

Berdasarkan atas percabangan tangkai utama, perbungaan dibedakan menjadi :

1. Tangkai utama tidak bercabang dan bunga-bunga tidak bertangkai (duduk)
* Bulir (spica)
* Untai (amentum)
* Tongkol (spadix)
* Bongkol (capitulum)

2. Tangkai utama tidak bercabang dan bunga-bunganya bertangkai
* Tandan (racemus/botrys)
* Payung (umbella)

3. Tangkai utama bercabang berulang kali; masing-masing dengan dua cabang samping
* Malai (panicula)
* Payung majemuk (umbella composita)
* Lembing (anthela)





4. Tangkai utama bercabang dan tiap cabang membentuk satu cabang samping; bunga-bunganya bertangkai monochasium
* Sekrup (bostryx)
* Sinsinus (cincinnus)
* Sabit (drepanium)
* Kipas (rhipidium
.

5.         Sifat Bunga

Bunga sangat penting bagi tumbuhan, karena pada bunga terdapat sifat-sifat yang merupakan tanda pengenal tumbuhan yang paling utama . Selain itu, sifat-sifat ini merupakan proses penyesuaian bunga agar dapat melaksanakan tugasnya sebagai penghasil alat perkembangbiakkan .
Sifat-sifat bunga itu diantaranya adalah
1. Bentuk bunga seluruhnya dan bentuk bagian-bagiannya
2. Warna
3. Bau
4. Ada atau tidaknya madu ataupun zat yang terkandung didalam bunga.























                                                                   BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan

            Bunga adalah batang dan daun yang termodifikasi bunga merupakan struktur pokok tumbuhan,sebagai alat perkembangbiakan tumbuhan. Modifikasi ini disebabkan oleh dihasilkannya sejumlah enzim yang dirangsang oleh sejumlah fitohormon tertentu.Pembentukan bunga dengan ketat dikendalikan secara genetik dan pada banyak jenis diinduksi oleh perubahan lingkungan tertentu,seperti suhu rendah,lama pencahayaan,dan ketersediaan air

B.     Saran

            Dalam pembelajan mata kuliah Morfologi tumbuhan, menurut kami tidak cukup hanya dengan presentasi makalah dari mahasiswa tetapi perlu selang-seling antara presentasi mahasiswa dan penjelasan dari dosen yang bersangkutan Karena mata kuliah ini sangat penting sebagai bekal bagi mahasiswa  untuk menghadapi persaingan pasar global yang semakin ketat, sehingga paparan dari dosen sangat kami butuhkan dibandingkan hanya dari teman-teman karena kebanyakan teman-teman hanya mengambil referensi dari internet yang belum tentu ke-akuratannya.

Kami juga sangat membutuhkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari setiap pembaca untuk kesempurnaan makalah kami kedepannya.
























DAFTAR PUSTAKA

Sumber referensi : Buku morfologi tumbuhan ( Dewi Rosanti )

Campbell,N.A., J.B. Reece, and L.G. Mitchell. 2002. Biologi. Erlangga. Jakarta

rieckanciit.blogspot.com/.../laporan-morfologi-tumbuhan-v-bunga.html, 22:03 WIB, 17 April 2012.